SYAKHRUDDIN.COM – Pengadaan lima buah AC Standing merk Daikin, selain membawa kenikmatan bagi jamaah, sekaligus menjadi bahan renungan, untuk pengurus dalam mencari solusi pembayaran rekening listrik. seiring akan meningkatnya biaya beban yang melangit.
Sebagai ilustrasi, daya line to line untuk 35 Ampere = 23.000 Watt (23 kWh)
Sementara beban AC untuk 2 buah ukuran 5 PK di sektor belakang, menggunakan
3 phase, sama dengan 16 Ampere.
Logikanya, 35 Ampere dikurang 16 Ampere, Tersisa 19 Ampere, untuk 3 buah AC bagian depan.
Kemudian AC 3,5 PK (1 phase), daya beban 12 Ampere untuk 3 buah AC di sektor depan, dengan demikian, bila dimaksimalkan penggunaan 5 buah AC Standing Daikin secara bersamaan, bisa menjadi drop (Jatuh MCB).
Dasar hitungannya, 19 Ampere – 12 Ampere maka tersisa 7 Ampere, sebagaimana hitungan tehnisi yang dikemukan kepada Sekretaris, Kamis 13 April 2023.
Bagaimana dengan penerangan di lantai I, II dan III serta audio, bila dimaksimalkan (digunakan secara serentak) maka akan macet atau drop.
Bila menempuh solusi tambah beban menjadi 50 Ampere, kondisi ini baru stabil, akan tetapi, biaya beban sangat tinggi dan pengurus akan kelimpungan mencari biaya pembayaran beban listrik.
Solusi yang ditawarkan, bila hari Jumat nyalakan secara bergantian.
Caranya, sebelum Jumat berlangsung, dua AC yang dibelakang nyalakan, satu jam sebelum waktu Jumat, kalau sudah masuk waktu, matikan yang dibelakang dan nyalakan yang tiga buah di depan.
Ini sebuah solusi tehnis, bilamana ingin menikmati suasana dingin, tanpa harus menambah beban.
Yang kedua petugas operator (Sdr. Ilham) harus disiplin. Ingatlah, jalankan 2 buah AC 5 PK sektor belakang, satu jam sebelum sholat Jumat dimulai.
Selanjutnya matikan dan nyalakan yang tiga buah AC 3,5 PK bagian depan, hanya itulah solusi untuk kita bisa keluar dari pembayaran tarif listrik yang mahal (sdn)
