SYAKHRUDDIN.COM – Kisruh antara Partai Demokrat versus Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, masuk babak baru nih gais. Jadi, pas 2021 lalu, Moeldoko dkk sempet bikin Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.
Di KLB itu, mereka nyepakatin kepengurusan baru Demokrat dengan Moeldoko sebagai ketua umumnya.
KLB yang digelar Moeldoko itu jelas bikin ribut. Soalnya, di sisi lain, Demokrat punya kepengurusan di bawah kepimpinan ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Moeldoko sempet ngajuin surat kepengurusannya ke Kementerian Hukum dan HAM, tapi akhirnya ditolak sama pemerintah.
Ya udah dong, end of story. Kepengurusan AHY terus berlanjut sampe sekarang. Eh, tapi ternyata Moeldoko bermanuver lagi.
AHY bilang, Moeldoko dkk ngajuin Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) soal putusan sebelumnya. Kubu Moeldoko disebut ngajuin empat bukti baru pas nyerahin PK.
AHY tentu nggak diem aja. Lewat kuasa hukum Hamdan Zoelva, Demokrat udah nyerahin kontra memori ke PTUN. Demokrat juga bilang empat bukti baru Moeldoko nggak baru-baru amat.
ALESANNYA APA?
Well, kalo AHY ngerasa manuver Moeldoko ini demi ngejegal pencalonan presiden Anies Baswedan.
Soalnya, menurut AHY, PK diajuin Moeldoko dkk tanggal 3 Maret 2023 atau sehari setelah Demokrat resmi nyatain dukung Anies di Pilpres 2024.
AHY bahkan nyebut Moeldoko sebagai ‘pembegal partai’. Terus, kata AHY, Moeldoko tuh jadi bahan omongan di lingkungan TNI karena nggak menunjukkan sikap kesatria.
Meanwhile, Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat kubu Moeldoko Saiful Huda enggak terima dengan tuduhan AHY.
Dia juga nuding balik kalo yang pembegal Demokrat tuh sebenernya AHY, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
BAWA-BAWA ANAS URBANINGRUM
Ribut-ribut Demokrat versus Moeldoko ini makin rame setelah Saiful Huda bilang kalo kalau mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum yang bebas dari penjara dalam waktu dekat bakalan ‘menghajar’ AHY Cs pas PK di MA.
Saiful juga bilang Anas bakal ngungkap kasus Wisma Atlet Hambalang di masa kepemimpinan SBY.
Demokrat bilang nggak usah bawa-bawa Anas segala. Menurut Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra, hubungan AHY sama Anas baik-baik aja. Dia juga nyaranin Anas nanti fokus aja bangun partainya sendiri, PKN.
SANDIAGA MAKIN DEKET SAMA PPP
Look who’s getting closer to one another: Sandiaga dan PPP! Jadi, dari beberapa pekan lalu, Sandi diisuin bakal gabung ke PPP. Cuma belom tau kapan diumumin resmi.
Kalo diliat-liat, Sandi sama PPP emang udah deket beberapa waktu belakangan ini. Sandi sempet hadir di beberapa acara PPP. Bahkan, DPW PPP Gorontalo deklarasiin Sandi sebagai calon presiden 2024.
Nah, sekarang deketnya Sandi sama PPP makin keliatan. Sandi katanya udah pamitan sama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto buat gabung PPP.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman juga udah terang-terangan nggak masalah kalau Sandi akhirnya tie his heart and belong to PPP. Menurutnya, mati satu tumbuh seribu.
Selain itu, Prabowo bilang ke publik kalau dirinya nggak bakal menahan kader Gerindra kalo mau pindah ke partai lain.
KALO SANDI BILANG APA?
Not much. Jadi PPP nih bilang kalo Sandi berpeluang besar diusung jadi calon wakil presiden.
Tapi Sandi bilang sabar aja dulu. Dia juga bilang pengen ‘istirahat’ dulu dari hiruk pikuk politik sepanjang bulan suci Ramadan ini. Okay, we’ll wait for the news!
SAFARI POLITIK PRABOWO
Eid hasn’t coming yet, tapi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto udah dikunjungin banyak orang nih.
Mulai dari Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, sampe Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.
Yang dibahas tentu aja nggak jauh-jauh dari politik dan urusan pemilu, terutama soal koalisi buat Pilpres 2024 nanti. Mereka sih ngakunya cari jalan tengah supaya sama-sama untung dan nggak buntung.
FYI, seminggu sebelumnya, Prabowo sempet nge-spill soal wacana koalisi besar setelah ketemuan bareng elite PAN, PKB, Golkar, dan PPP. Menurut Prabowo udah ada kesepakatan dan kecocokan di antara kelima partai. Nah, kira-kira bakal terwujud nggak nih koalisi besar? (sumber internet)
