SYAKHRUDDIN.COM – Para Ketua ORT-ORW pada tiga kelurahan di Kecamatan Tamalate, masing-masing, Pa’Baeng-Baeng, Bungaya dan Jongaya, Rabu 6 Juli 2022, mengikuti Orientasi dan Bimtek untuk Pelaporan RT-RW berbasis QRCODE, bertempat di Karebosi Condotel Hotel Lantai 11, Jalan M. Yusuf No 1 Kelurahan Gaddong Kecamatan Makassar Kota Makassar.
Kegiatan yang menampilkan dua pemateri handal, masing-masing, Ibu Sakka Patty dan Bapak Yusran, telah memberikan pengayaan pemahaman, menyongsong pelaksanaan pelaporan berbasis digital.
Antusias peserta yang dapat lebih awal datang dengan mengisi daftar hadir, sesuai dengan kelurahan masing-masing, kemudian dengan tertib duduk, pada meja kursi yang disediakan, dan tentunya tak lupa untuk berselfiria sebelum acara dimulai.
Pemateri Ibu Sakka yang merupakan Tim Ahli Walikota Makassar, memaparkan tetantang visi dan misi Pemerintah Kota Makassar.
Dikatakan, setiap kali pertemuan, mulai dari angkatan I hingga angkatan ke-25, selalu memperkenalkan, tentang visi Kota Makassar yaitu “Makassar Terus Dua Kali Tambah Baik (Danny-Fatma).
Untuk mencapai visi tersebut diatas, maka dapat dijabatkan dalam bentuk 3 R yaitu Revolusi SDM, Rekonstruksi dan Restorasi) dengan memfungsikan secara maksimal 6 kelembagaan yang ada di level kelurahan, tutur Sakka dengan nada serius.
Sebagai pejabat RT-RW, tentunya kita akan secara bersama-sama, mendukung program yang akan dicapai di era kepemimpinan “Danny-Fatma” di Kota Makassar.
Untuk mencapai target yang akan dicapai, maka RT-RW sebagai motor penggerak terdepan, terdapat 6 Indikator keberhasilan seorang penjabat RT,.
Secara rinci disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung dengan serius, santai dan selesai dengan game-game yang menarik.
Guna mendukung pelaporan digital di masa mendatang, yang berbasis QRCode (repon cepat) pelaporan, maka pihak Pemkot Makassar melalui kelurahan, akan menyiapkan 8 buah buku administrasi, yang akan diserahkan kepada masing-masing ketua RT dan RW.
Kesemua program yang sudah didesain dengan menarik, sekaligus menantang para ketua RT RW meraih predikat penilain dengan kategori
Predikat Cukup, Cukup baik, Baik dan Baik sekali. Hasil penilaian ini, mendapatkan tali asih/honor, sebesar Rp 500ribu, Rp1juta, Rp1,5juta atau sampai Rp2juta, manakala PAD Kota makassar mencapai Rp2 trilyun.
Ini tantangan dan mari kita wujudkan agar “Makassar Terus Dua Kali Tambah Baik”, katanya.
Sementara itu, Bapak Yusran selaku pemateri kedua, dalam paparannya yang menarik, sembari memutarkan vidio, tentang Makassar sampai tahun 2025, dengan segala fasilitas kota, terkoneksi wifi dalam program Makassar Metaverse.
Secara gamblang dikemukakan, jabatan selaku ketua RT-RW, merupakan jabatan pilihan rakyat atau warga, yang telah diangkat oleh Pemerintah Kota Kakassar.
Bapak dan Ibu adalah pejabat pilihan rakyat yang berada di posisi keenam, dimulai dari pemilihan Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota, Ketua RW dan terakhir diposisi keenam “Pejabat Ketua RT”
Dengan terpilihnya Bapak/Ibu sebagai ketua, maka derajat Bapak dan Ibu, ikut meningkat.
Coba bayangkan, bila ada acara resmi di lingkungan/daerah Bapak/Ibu, maka yang selalu disapa, bukan lagi nama yang bersangkutan, akan tetapi jabatannya.
Contohnya “Mari pak RT, biar anaknya, disebut anaknya Pak RT, Isterinya Pak RT, apalagi kalau ada pembagian jatah daging qurban. “Ini jatahnya Pak RT, tutur Yusran yang disambut gelak tawa.
Catatan kecil dari penulis, dengan pelaksanaan kegiatan orientasi dan bimtek RT-RW angkatan ke-25, menjadi tantangan besar bagi pejabat RT-RW untuk mau atau tidak, mengetahui dan mempraktekkan, bagaimana memaksimalkan fungsi Handphone.
Kini HP bukan lagi sarana hanya untuk menelpon, akan tetapi bagaimana tehnologi yang ada, untuk membuat pelaporan dalam waktu sekejap (quick respon), tanpa melupakan pencatatan administrasi, sebagai bukti dokumentasi yang akurat dan terpercaya, tandasnya.
Anda adalah manusia kolonial yang berada di era milenial, maka tantangannya harus belajar, tidak ada pilihan lain.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan berakhir dengan penyerahan uang transfort, kepada masing-masing peserta, serta santap siang bersama, di lantai 11 Hotel Karebosi Condotel Makassar”
Catatan ringan ini dib uat, sebagai bahan bacaan peserta angkatan ke-25, yang terbuang sayang – terbaca ulang, sebagaimana iklan indomie “Indomie Seleraku” mariki-di.
Penulis H.Syakhruddin.DN (Ketua ORT 002-RW 07)
