Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) bertepuk tangan didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara puncak HUT Ke-56 Partai Golkar di Hutan Kota by Plataran, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (24/10/2020). Kegiatan yang diadakan dengan protokol kesehatan dan virtual tersebut mengangkat tema Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, Pilkada Menang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.
SYAKHRUDDIN.COM – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F Paulus menjawab sindiran Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait eksistensi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang disebut berpotensi mengganggu kerja-kerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.
Lodewijk menegaskan KIB tidak akan mengganggu pemerintahan Jokowi, sebagaimana dilansir dilaman Berita Satu.
“Enggaklah, justru kita mendukung (pemerintahan Jokowi),” ujar Lodewijk di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 20 Mei 2022.
Bahkan, kata Lodewijk, tiga ketua umum partai yang tergabung dalam KIB, yakni Ketum Golkar, Airlangga Hartarto; Ketum PAN, Zulkifli Hasan; dan Ketum PPP, Suharso Monoarfa sepakat KIB akan mendukung kebijakan pemerintahan Jokowi sampai 2024.
Selain itu, tutur dia, KIB akan melanjutkan program-program yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi pada periode berikutnya.
“Koalisi ini bagusnya mendukung dan melanjutkan program-program yang sudah dilakukan oleh pemerintahan sekarang untuk periode berikutnya,” tegasnya.
Yang terpenting, lanjut Lodewijk, KIB dibentuk jauh hari sebelum Pemilu 2024 untuk mencegah adanya polarisasi di tengah masyarakat sebagaimana terjadi pada Pemilu 2019.
Dengan terbentuknya KIB, kata dia, maka Pilpres 2024 berpotensi diikuti oleh tiga poros koalisi atau tiga pasangan capres-cawapres.
Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto merespons lahirnya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bentukan Partai Golkar, PAN dan PPP.
Menurut Hasto, sah-sah saja sebenarnya partai menyiapkan diri untuk menghadapi Pemilu 2024, namun tidak seharusnya membawa kontestasi terlalu awal karena hanya akan membuang energi.
“Jangan membawa kontestasi terlalu awal, yang kemudian membuang energi kita bagi perbaikan dan kemajuan bangsa dan negara pascapandemi. Ini yang kita dorong,” ujar Hasto di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat 20 Mei 2022.
PDIP, kata Hasto, tidak akan terburu-buru menentukan sikap menghadapi Pemilu 2024. PDIP masih fokus bekerja untuk rakyat dan mendorong agar pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin bekerja dengan baik dan sukses.
“Kami memahami skala prioritas, prioritas bagi PDI Perjuangan sekarang adalah bekerja untuk rakyat, turun ke bawah, memberikan energi terbaik di tengah tantangan global yang tidak mudah,” tegas Hasto.
Hasto mengatakan PDIP mendukung Presiden Jokowi dan jajaran kabinetnya untuk bekerja lebih keras lagi dalam menyelesaikan dampak pandemi Covid-19.
Meskipun, dia mengakui bahwa tahapan Pemilu 2024 sudah akan dimulai pada Juni 2022 mendatang.
“Pemilu itu ada tahapan-tahapannya, ada skala prioritas, kita membagi energi yang terbatas, energi terbatas itu fokusnya untuk rakyat saat ini hingga ada waktunya dalam membangun kerjasama parpol dan dengan melihat tantangan yang dihadapi pemerintahan Presiden Jokowi terlebih kepemimpinan kita di G-20 maka lebih baik saat ini kita menunjukkan upaya agar daya prestasi Pak Jokowi semakin hebat,” kata Hasto.
“Mencegah terjadinya polarisasi seperti 2019 artinya di sini kita memberikan ruang untuk terbentuknya tiga koalisi gitu loh, jadi bukan hanya dua seperti kemarin (Pemilu 2019), sejak awal kita memberikan ruang,” kata Lodewijk (syakh/bersat)
