SYAKHRUDDIN.COM, MAKASSAR – Kebiasaan menulis harus dimulai sejak awal, menjadikannya sebagai hobby dan sekaligus dapat dijadikan mata pencaharian tambahan.
Penulis mengawali kebiasaan menulis ketika masih di duduk di SMP Muhammadiyah Limbung Kabupaten Gowa. Kala itu, Penulis masih sangat langkah, sehingga yang menjadi rujukan bagi penulis pemula adalah hasil tulisan dari para wartawan.
Baik itu dari Harian Pedoman Rakyat Makassar, majalah majalah bekas yang memuat puisi maupun ceritera sedih yang ditulis para pewarta.
Sebagai murid, paling senang kalau ditugaskan oleh guru membuat “Karangan”
Yang paling berkesan ketika hasil karangan Penulis mendapat nilai tujuh dan diumumkan di depan kelas sebagai karangan terbaik dengan judul “Ketika Liburan Sekolah”
Penulis sangat gembira dan kala itu bercita cita untuk menjadi seorang wartawan. Tahun 1972 selesai pendidikan di SMP dan lanjut ke Sekolah Pekerjaan Sosial Atas (SPSA) Makassar yang kala itu ditempuh empat tahun.
Tak pernah berfikir apa jadinya nanti dan jurusan apa yang dipilih yang penting bisa sekolah. Karena dulu sekolah ini berawal dari SHD (Sekolah Hakim Djaksa) sehingga alumni banyak diterima sebagai Jaksa atau Hakim di Pengadilan Negeri.
Tahun 1968 berubahan menjadi SPSA dan belakangan berubah lagi menjadi SMPS (Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial) yang alumni bertebaran se Indonesia mengisi institusi sosial atau menjadi pekerja sosial mandiri bahkan ada yang menjadi pimpinan yayasan atau LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak).
Karena hobby menulis, sehingga apa saja yang menjadi topik pembahasan, terlebih dewasa ini fasilitas amat mumpuni, akan tetapi kalau tidak menjadi hobby maka menulis bisa merupakan sesuatu pekerjaan yang memberatkan, “Ayo Menulis”
Makassar, Medio April 2020
