SYAKHRUDDINNEWS.COM – Rabu kembali mengetuk pintu kehidupan. Ia hadir membawa lembaran baru, bukan sekadar sebagai penanda perjalanan waktu antara Selasa yang telah berlalu dan Kamis yang sedang menanti. Lebih dari itu, Rabu adalah ruang hening bagi manusia untuk menengok kembali jejak langkah, memperbaiki niat, serta melanjutkan perjalanan dengan hati yang penuh harapan.
Dalam denyut kehidupan yang terus bergerak, Rabu sering dimaknai sebagai titik tengah dalam perjalanan satu pekan. Ia hadir ketika semangat awal minggu mulai diuji oleh rutinitas, tanggung jawab, dan berbagai dinamika kehidupan. Namun justru di tengah perjalanan itulah manusia belajar tentang keteguhan hati, bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan dengan kesungguhan akan menemukan jalan menuju keberkahan.
Rabu pagi membawa pesan sederhana namun penuh makna: jangan berhenti melangkah hanya karena perjalanan terasa panjang. Sebab kehidupan ibarat aliran sungai yang terus bergerak, terkadang tenang, terkadang berliku, tetapi selalu menyimpan cerita bagi mereka yang mampu bertahan, bersabar, dan mensyukuri setiap pemberian Tuhan.
Tanggal 24 Juni juga menyimpan kepingan sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang umat manusia. Pada tahun 1497, penjelajah John Cabot tercatat sebagai salah satu tokoh Eropa yang melihat daratan Amerika Utara, sebuah perjalanan yang kemudian menjadi bagian dari sejarah penjelajahan dunia.
Pada tahun 1509, Inggris mencatat peristiwa penting dengan penobatan Henry VIII sebagai Raja Inggris bersama Catherine dari Aragon sebagai permaisuri. Sementara itu, 24 Juni 1812 menjadi hari yang mengubah arah sejarah ketika Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte memulai invasi besar ke Rusia. Sebuah keputusan militer yang kelak menjadi salah satu babak paling dikenang dalam sejarah peperangan dunia.
Di kawasan Asia Tenggara, tanggal 24 Juni 1571 menjadi bagian dari perjalanan sejarah ketika penjelajah Spanyol Miguel López de Legazpi mendirikan permukiman yang kemudian berkembang menjadi Manila, ibu kota Filipina. Kemudian pada tahun 1939, Siam secara resmi berganti nama menjadi Thailand, menandai perubahan identitas sebuah bangsa.
Bagi Indonesia, 24 Juni 1945 juga memiliki catatan tersendiri. Pada masa akhir Perang Dunia II, pasukan Sekutu mendarat di Pulau Halmahera sebagai bagian dari strategi menghadapi kekuatan Jepang. Peristiwa tersebut menjadi salah satu rangkaian sejarah yang mengantarkan dunia menuju masa pemulihan setelah perang panjang.
Hari ini juga menjadi hari kelahiran salah satu pesepak bola terbesar dunia, Lionel Messi, yang lahir pada 24 Juni 1987 di Rosario, Argentina. Kisah hidupnya menjadi gambaran bahwa bakat yang dipadukan dengan kerja keras, disiplin, dan ketekunan mampu mengubah impian menjadi kenyataan.
Memasuki Rabu yang penuh harapan, marilah membuka hari dengan hati yang lapang. Sebab setiap pagi adalah anugerah, setiap kesempatan adalah amanah, dan setiap langkah adalah bagian dari mozaik kehidupan yang kelak akan menjadi kenangan.
Pantun Pembuka
Rabu pagi membawa rahmat,
Burung berkicau di atas dahan.
Langkah kecil penuh semangat,
Menggapai bahagia dengan kesungguhan.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan mendalam atas keberhasilan enam dari delapan program studi di lingkungan FDK UIN Alauddin Makassar yang berhasil meraih predikat Unggul.
Prestasi tersebut bukan sekadar angka dalam lembar penilaian, tetapi menjadi buah dari perjalanan panjang yang dibangun melalui kerja keras, kebersamaan, dan komitmen seluruh sivitas akademika. Keberhasilan itu lahir dari sinergi antara pimpinan fakultas, para ketua dan sekretaris jurusan, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh unsur yang terus menjaga budaya mutu akademik.
Menurut Prof. Abd. Rasyid Masri, capaian tersebut merupakan momentum istimewa dalam perjalanan sejarah FDK UIN Alauddin Makassar. Predikat Unggul yang diraih enam program studi dalam waktu yang hampir bersamaan menjadi bukti kesungguhan fakultas dalam membangun lembaga pendidikan yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat dan keberhasilan yang diberikan Allah SWT, keluarga besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan syukuran dengan melakukan pemotongan seekor sapi.
Kegiatan tersebut menjadi simbol rasa terima kasih sekaligus mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar fakultas. Prosesi pemotongan sapi berlangsung di sektor belakang kampus FDK UIN Alauddin Makassar, Selasa 23 Juni 2026, yang dihadiri para ketua jurusan, sekretaris jurusan, serta jajaran staf di lingkungan FDK UIN Alauddin Makassar.
Selasa, 23 Juni 2026, menjadi hari yang menyisakan kesedihan bagi sejumlah keluarga dan sahabat di Kota Makassar. Dua kabar duka datang silih berganti, menghadirkan suasana haru sekaligus mengingatkan bahwa kehidupan manusia memiliki batas perjalanan yang telah ditentukan.
Pada pukul 14.00 Wita, sahabat Muhammad Farid RM yang akrab disapa Bobby, pemilik Café Kongkow yang beralamat di Kompleks Perikanan Makassar, tepat di depan Swalayan Makro, menghembuskan napas terakhir dan berpulang ke rahmatullah.
Kepergian Bobby meninggalkan ruang kehilangan bagi keluarga, sahabat, dan para kerabat yang mengenalnya sebagai sosok yang ramah, mudah bergaul, serta memiliki hubungan persahabatan yang luas.
Almarhum Bobby juga dikenal memiliki kedekatan persahabatan dengan Danny Pomanto. Kehadiran Danny Pomanto bersama keluarga di rumah duka menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan rasa kehilangan atas berpulangnya seorang sahabat.
Sementara itu, kabar duka terlebih dahulu disampaikan oleh Bapak Dwi Rusdianto, Sekretaris BK3S Sulawesi Selatan, mengenai wafatnya Ny. Hj. Endang Wahyuni, istri dari Bapak Darmadi, mantan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.
Almarhumah Ny. Hj. Endang Wahyuni wafat dalam usia 81 tahun. Kepergiannya meninggalkan kenangan panjang dalam perjalanan keluarga serta kehidupan sosial masyarakat Sulawesi Selatan. Doa dan penghormatan mengalir dari berbagai kalangan yang mengenal keluarga besar beliau.
Dua kabar duka yang datang pada hari yang sama menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kedua almarhum dan almarhumah, mengampuni segala kekhilafan, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan, Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Sampai di sini dahulu perjumpaan kita dalam Mozaik Kehidupan. Bila tidak ada aral melintang, insya Allah esok hari rangkaian kisah, berita, dan renungan akan kembali hadir menyapa Anda melalui genggaman gawai yang setia menemani perjalanan kehidupan.
Sebelum berpisah, izinkan sebuah pantun penutup menjadi pengingat bagi kita semua:
Kematian itu pasti datangnya,
Tak mengenal usia dan tempat.
Mari siapkan bekal sebaik-baiknya,
Agar kembali kepada-Nya dengan selamat.
Penulis : Syakhruddin Tagana



