SYAKHRUDDIN.COM – Nama lengkapnya LAIĀ HUSANAH, tetapi lebih dikenal dengan nama SUZAN, meninggal dunia di Kota Palopo. Almarhumah adalah seorang anggota Tagana Kota Palopo dan awal perkenalannya dengan Penulis, terjadi saat musibah bencana alam tanah longsor di Battang, perbatasan antara Palopo dan Tana Toraja.
Pada saat itu, Penulis diperkenalkan oleh Markus Paigi, yang menjadi koordinator Tagana Kota Palopo saat itu. Suzan merupakan anggota Tagana yang lincah dan memiliki tenaga ekstra, karena mampu mengangkut beras bantuan ke truk.
Markus memperkenalkan, “Pak… ini namanya Suzan. Dia sangat rajin bahkan berani naik ke truk.”
Profil Suzan dengan seragam pelatihan Tagana, menarik simpati teman-temannya dan mempengaruhi keputusan di lokasi bencana yang diambil oleh Pak Markus. “Ayo ikut pelatihan di Makassar bulan depan, Pak Markus,” ujarnya
Akhirnya, Suzan mengikuti pelatihan dasar ke-Tagana-an dan hadir dalam berbagai kegiatan, termasuk Jambore dan acara pencanangan Kampung Siaga Bencana di berbagai kabupaten/kota.
Almarhumah dengan cepat dikenal oleh anggota Tagana dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, karena sifatnya yang ramah dan mudah bergaul.
Suzan memiliki dua orang anak perempuan, di mana anak tertuanya telah menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi dan adiknya juga telah menyelesaikan pendidikannya di SMA Palopo.
Kedua anaknya dibesarkan dalam kapasitas sebagai “single parent” mengingat suaminya meninggal dunia dua tahun yang lalu.
Menurut laporan Tagana Mattoreang dari Palopo, almarhumah menghembuskan nafas terakhir pada Kamis, 22 Juni 2023, sekitar pukul 19.00 WITA. Ia meninggalkan dua orang anak perempuan.
Almarhumah akan meninggalkan rumah duka di Jalan Gunung Terpedo menuju Pekuburan Purangi, sebelum memasuki waktu Jumat akan disholati di Masjid Agung Kota Palopo.
Selamat jalan adinda Suzan, kontribusimu dalam pengembangan Tagana di Kota Palopo akan selalu dikenang. Innalillahi wa inna ilahi rajiun (sdn)
