SYAKHRUDDIN.COM – Pembaca yang budiman, kita bersua lagi, di suasana pagi Jumat yang mubaraq, PADA penanggalan 13 Januari 2023.
Banyak hal yang telah kita lalui bersama, mendengar informasi daN menyaksikan berbagai peristiwa dari layar kaca, mulai dari masalah politik, sosial kemasyarakatan hingga persoalan perselingkuhan, berikut ini ulasannya;
Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo tidak menyangka ternyata skenario palsu yang telah ia siapkan bisa dirusak.
Bukan hanya oleh Richard Eliezer yang memiliki status justice collaborator, tapi juga oleh korban yaitu Yosua Hutabarat.
Kasus pembunuhan Brigadir Yosua, yang diduga didalangi oleh atasannya Ferdy Sambo, hingga kini masih terus berjalan, memasuki agenda penuntutan dan putusan akhir sang pengadil.
Sementara itu, Nama dan ciri-ciri Ganjar sama sekali tidak disebut Megawati di HUT PDIP, dan tidak diistimewakan.
Bukti bahwa Mega, sama sekali tidak memperhitungkan Ganjar. lalu siapa Capres PDIP sebenarnya?
Menurut sejumlah pengamat menyebutkan, Mega benar-benar konsisten perlakukan Jokowi sebagai petugas partai, dalam acara HUT PDIP ke-50, jabatan sebagai Presiden, tidak menghalangi Mega utk mempermalukan Jokowi.
Terkait dengan KPU, Petinggi Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga mengintimidasi pengurus KPU daerah, verifikasi faktual partai politik. Mereka telah merusak legitimasi hasil pemungutan suara 2024.
Menurut Tempo Jakarta,Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mencederai proses demokrasi lima tahunan yang seharusnya mereka jaga.
Parahnya, keculasan itu dilakukan ketika pemilu baru memasuki tahap awal, yakni verifikasi faktual partai politik.
Akibatnya, kredibilitas hasil pemungutan suara 14 Februari 2024 bisa dipertanyakan.
Jauh dari kata adil, KPU meloloskan partai politik yang diduga tidak memenuhi syarat.
Para pejabat KPU pusat memerintahkan pengurus komisi pemilihan daerah memanipulasi data.
Padahal semestinya mereka bertindak sebagai penyelenggara pemilu yang independen dan lurus.
KPU meloloskan Partai Gelora, Partai Kebangkitan Nusantara dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia yang semula tak memenuhi syarat menjadi peserta pemilu.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, menyebut Gubernur Papua Lukas Enembe menerima fee hingga 14 persen dalam kegiatan pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUTR Pemprov Papua.
Dengan jabatannya menjadi Gubernur Papua untuk periode 2013-2018 dan terpilih kembali untuk periode 2018-2023.
Lukas diduga ikut terlibat hingga berperan aktif dengan memenangkan perusahaan tertentu di antaranya perusahaan milik Rijatono Lakka, PT Tabi Bangun Papua untuk mengerjakan proyek multiyears.
“Diduga kesepakatan yang disanggupi tersangka RL untuk diberikan yang kemudian diterima tersangka LE dan beberapa pejabat di Pemprov Papua.
Diantaranya yaitu adanya pembagian persentase fee proyek, hingga mencapai 14 persen dari nilai kontrak, setelah dikurangi nilai PPh dan PPN,” ujar Firli dalam konferensi pers di RSPAD Gatot Soebroto,
Agar pemerintahan di Papua tidak vakum, Mendagri Tito Karnavian menunjuk Sekda Papua, Ridwan Rumasukun sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur setelah Lukas Enembe ditahan KPK.
Penunjukan itu dilakukan lewat surat bernomor 100.3.2.6/184/SJ. Tito mengambil keputusan itu setelah Gubernur Papua Lukas Enembe ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap.
Terpopuler! Irma Hutabarat Beberkan ‘Dosa’ BNI soal Uang 100 Triliun Brigadir J: Ada yang ‘Main’ di sini.
Permainan memang belum selesai, sebagaimana saat Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya mengatakan dalam berpolitik, Surya Paloh tak hanya memikirkan selingkaran perut saja.
“Pak Surya ingin menunjukan dalam konteks politik kita, kita tidak berpikir hanya selingkaran perut saja, selingkaran rumah tangga kita,” kata Willy saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Karena mari kita terus tingkatkan pemahaman kita untuk mengenal dunia perpolitikan di tanah air, turut mengambil bagian aktif untuk menentukan jalannya sejarah.
Sebagaimana Warga di Kelurahan Pa’Baeng-Baeng, kemarin sore sudah melakukan Musrenbang untuk menentukan perjalanan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam kurun waktu tahun 2023.
Kita dituntut untuk terus kreatif, memanfaatkan setiap momen t agar dapat berkontribusi dalam pembangunan menuju masyarakat bahagia dan sejahtera.
Melalui kolom “Secangkir Kopi” Penulis akan terus melakukan pencatatan dan publikasi karena “Apapun yang Anda kerjakan, tanpa publikasi, maka semua menjadi hambar” kata orang bijak, bagaikan sayur tanpa garam, Salamaki.
Penulis Syakhruddin.DN
(suka menyusun rencana)
