SYAKHRUDDIN.COM – Peristiwa serangan stroke di Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2021, berlanjut di tengah malam, menjadi serangan kedua, berdampak pada pentingnya penangaan di tangan ahli.
Akhirnya pada Hari Sabtu 2 Oktober 2021 Pukul 07.00 Wita, sang pendamping, Ny. Hj. Nurlia Dg Puji (62) dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji di Jalan Dg Ngeppe No 14 Telepon 856091 Makassar 90224.
Berkat dukungan dari Ananda Agung, isteri dari Ibrahim Bin Khaer, Imam Masjid Almuawanah Sosial. Agung merekomendasikan untuk ditangani di Unit Gawat Darurat (UGD) RS Haji Jalan Dg Ngeppe No 14 Makassar.
Agus & Hamdi serta Lisna segera melarikan ke UGD dan langsung mendapatkan perawatan dan pertolongan pertama langsung di infus, dilakukan pemeriksaan darah, foto torak dan antigen, sebagai syarat untuk rawat nginap.
Hasil pemotretan oleh dr Maulana Assegaf, Sp. rad terbaca, Corakan bronchovascular paru kasar, COR, Sinus diafragma biasa, Kesan : Bronchitis.
Penanganan selesai dan selanjutnya datang ke UGD, Ananda Agung lalu mencarikan ruang perawatan. Sesuai kategori dari PT. Askes mendapat layanan Kamar 1, akan tetapi demi kepentingan perawatan, maka dialihkan ke ruang VIP Kamar Ar-Raudah-2.
Dalam kondisi sudah dalam penanganan dokter ahli dan perawatan yang selalu kontrol setiap jam, perasaan keluarga menjaga sedikit lega.
Karena pasien dapat istirahat dan tidur dengan tenang, beberapa kali matanya ingin dibuka, namun rasa ngantuk karena pengaruh obat dalam cairan infus, menghalanginya untuk beraktifitas.
Menjelang dhuhur datanglah adik-adik, Rabiah DN dan Ramlah DN, melihat kondisinya, alhamdulillah kondisinya lumayan bisa bercakap-cakap, seputar proses awal, serangan stroke.
Menurut pasien, hal ini berawal dari kesukaannya menikmati, Makan Pallu Cella dan Racak-racak Taipa, tuturnya.
Memasuki saat Ashar, datanglah DR Syamsuddin bersama isteri dan anaknya, setelah kembali dari mandi-mansi tempat kegiatan acara syukuran buat keluarga besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Lokasi kegiatan dipusatkan di Pantai Biru, dekat Hotel Kolonial Makassar. Dengan demikian lokasi ini sudah ada tiga yaitu, Pantai Akkarena, Pantai Bosowa dan terakhir Pantai Biru, semuanya berada dalam satu jalur lintasan.
Kata kunci dari musibah diatas, maka dapat kita menarik benang merahnya bahwa kalau banyak sahabat di berbagai institusi, maka pada suatu ketika dia akan membantu kita secara sukarela, karena kita telah menanamkan rasa saling membantu satu sama lain, bukankah kita makhluk sosial.
Kini saatnya untuk istirahat dalam perawatan di RS Haji Makassar, sementara suami dan anak-anak menjadi petugas piket perawatan yang selalu siaga setiap saat, salamaki.







Masya Allah Tabarakallah.. Alhamdulillah kalau Ibu mendapatkan penanganan yg baik dan semoga segera dikembalikan kesehatannya oleh Yang Maha Pencipta Allah SWT. Aamiin
https://syakhruddinnews.com/2021/10/02/puisi-ar-raudah/