SYAKHRUDDIN.COM – Gaffar,S.Sos Alumni Fakultas Dakwah & Komunikasi dan merupakan lulusan terbaik tahun 2021, Minggu 1 Agustus 2021 dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf Kabupaten Gowa di Kallong Tala.
Aktifis Gaffar yang cerdas, kelahiran Pinrang namun kedua orang tuanya bertempat tinggal di Luwu Timur. Saat ini tengah menanti untuk mengikuti seleksi ujian masuk pada program S II Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) di Palembang Sumatera Selatan.
Sambil menanti proses perkuliahan awal pada program S-II, Gaffar membantu tugas-tugas mahasiswa, terutama teman-temannya yang belum menyelesaikan skripsinya. Selain itu, aktif membantu tugas-tugas kampus, terutama dalam penyusunan borang, termasuk Prodi Kesejahteraan Sosial.
Sejak menamatkan perkuliahannya di kampus Samata, Gaffar berpindah tempat kost ke Jalan Malino, dan tinggal bersama sahabatnya Naldy dari Biringbulu Kabupaten Gowa.
Menjelang magrib, Minggu 1 Agustus 2021 kondisi Gaffar yang lemas, karena muntah-muntah serta seluruh anggota badannya terasa remuk, maka Naldy berinisiatif membawa ke Instalasi Gawat Darurat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Gaffar yang sudah lunglai, segera ditidurkan di brankar rumah sakit dengan posisi kepala ditinggikan lalu diberikan infus.
Naldy segera memotret sahabatnya, mengirimkan ke grup kelas dan sejurus kemudian, berdatanganlah sahabat sahabatnya ke Ruang Gawat Darurat namun tetap memerhatikan protokol kesehatan.
Naldy kemudian menghubungi Penulis di saat menjelang magrib.!
Hallo Pak …!!! Kenapa Naldy … ???
Anu Pak, Gaffar ada di ruang gawat darurat, karena muntah-muntah.
Segera berangkat menuju RSUD Syech Yusuf bersama isteri, sebelumnya mampir ke Indomart untuk menyiapkan kebutuhan darurat seperti air mineral, susu beruang dan roti untuk bisa dinikmati dalam kondisi pertama.
Selanjutnya Penulis menghubungi rekan Tagana yang pernah bertugas di ruang UGD, namanya Rahman Dg Rewa dari Tim 119, beliau selain perawat yang sering bertugas di berbagai lokasi bencana nasional, juga tercatat sebagai anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gowa.
Lapor Pak Rachman …!!! Ada anggota Tagana di UGD.
Sakit apa Pak ??? muntah – muntah dan lemas badannya.
Siaap, sebentar saya singgah, karena sedang dalam perjalanan dari arah sekitar Malino ke Sungguminasa.
Siap… sampai jumpa di ruang UGD, jawabku, sembari menutup telepon genggam yang sejak tadi berdering terus menerus.
Tiba di ruang UGD sudah banyak kawan-kawan Gaffar yang berkumpul.
Melihat kondisinya terlihat sangat lemas, infus sudah masuk satu botol. Segera diberi minuman Susu Cap Beruang, kemudian Vokari untuk mengembalikan energinya yang terkuras.
Rachman pun tiba di ruang UGD. Setelah melihat kondisi Gaffar, lalu bertanya ;
Apanya yang sakit. … ???
Kepala saya Pak, sakit sebelah !!!
Rachman lalu memegang ubun-ubun sambil mulutnya komat-kamit.
Sebanyak tinggal kali di pegang, lalu seakan-akan memegang sesuatu, kemudian dilemparkan keluar, apa yang pernah di pegang dari ubun-ubunnya, akhirnya Gaffar tersadar, mata yang tadinya berpandangan nanar, berubah kembali normal, sakit kepalanya hilang kemudian memerhatikan kami yang datang, dengan tatapan heran.
Pak ??? jangan lapor kepada Ibuku, karena dia masih syok ….. beberapa waktu lalu adikku meninggal di Luwu Timur.
Gaffar terlihat siuman dan semangatnya terlihat mau bangkit, jangan bangun, istirahat saja dulu.
Sejurus kemudian, datang petugas untuk mengambil contoh darah kemudian dilakukan rapid antigen.
Sambil menunggu hasil laboratorium, Penulis bergegas pulang karena masih akan mengikuti pertemuan dengan Lurah Pa Baeng-Baeng.
Seusai pertemuan, ada telepon dari sahabatnya yang bernama Fokeng.
Pak …. !!! Positif ki bede Pak ??? oh ya …..!
Selanjutnya menghubungi Pak Rahman yang juga sedang istirahat.
“Begini, REAKTIF bukan otomatis “COPID” itu mungkin karena kondisi sangat lelah dan butuh istirahat.
Pak Rahman berpesan ” Diupayakan bisa isolasi mandiri saja” supaya lebih gampang perawatannya.
Bagaimana selanjutnya, Gaffar keluar dari UGD diantar oleh kawan-kawannya beserta sepupunya bernama Hendrik dari Luwu Timur, untuk istirahat di rumah kediaman Iccang ( Nur Ihsan Ansari) sekitar Pukul 23.00 Wita, untuk isolasi mandiri dan perawatan berkelanjutan.
Berikut foto dokumentasinya ;





