SYAKHRUDDIN.COM – Pelaksanaan acara puncak Idul Adha yang berlangsung Selasa 20 Juli 2021 dan pelaksanaan hari-hari tasyrik, selama tiga hari berikutnya, ditandai dengan gema takbir, tahmid dan tasbih, melalui menara masjid di Kota Daeng Makassar.
Terlepas dari hiruk pikuk, petugas begal dengan parang tajam, menggerek setiap leher sapi atau kambing yang dijadikan kurban. Darah merah dan suara sapi yang ngorok, memberi kebahagiaan bagi mereka yang melaksanakan kegiatan kurban, untuk dan atas nama pribadi atau rumpun keluarganya.
Penulis yang memilih untuk berkurban, bersama rumpun keluarga yang bermukim di Rappokaleleng Bontonompo Kabupaten Gowa, maka seusai sholat Idul Adha, bersama-sama anggota keluarga, menuju ke Rappokaleleng di Bontonompo, sekaligus menjadi ajang silaturahmi, dengan anggota keluarga, di tengah larangan silaturahmi dengan alasan pandemi Copid 19.
Menyorot soal proses penyembelihan hewan kurban, semula di halaman Masjid Besar Al Abrar, akan digunakan pola baru dalam bentuk “Kandang Bahagia”
Akan tetapi melihat kenyataan, rata-rata sapi yang akan di sembelih, meronta dan menghindar masuk kandang bahagia. Maka petugas jagal kembali menggunakan pola lama, yaitu mengikatkan ke tiang pancang lalu kakinya ditarik kemudian diikat dengan erat.
Selanjutnya ketika sapi sudah rebah, maka petugas dengan parang tajam, langsung menggorok leher sapi yang sudah tak berdaya.
Dengan demikian, konsep baru yang diperoleh dari hasil menonton YouTube, tidak dapat diterapkan oleh kelompok Dg Nyampa dkk, mereka masih memilih pola tradisional, menurut pandangannya, lebih simpel dan pekerjaan cepat tuntas.
Begitulah sesuatu yang baru, perlu dilakukan uji coba dan bila tidak sesuai dengan harapan, maka kita pun memiliki pilihan untuk kembali menggunakan pola lama yang dinilai lebih efektif, singkat, taktis dan dengan modal keterampilan dan pengalaman lapang, akan mempermudah penyelesaian proses penyembelihan.
Dari 17 ekor sapi, dimana dua ekor kembali ditarik sang pemilik yaitu klinik Orbita dan satu ekor dikelola sendiri oleh pihak komunitas dan atas nama tim pememangan, maka secara tehnis, petugas hanya menyembelih sebanyak 14 ekor sapi, sebagaimana daftar nama-nama anggota yang mengumpulkan uangnya sebesar Rp1,850juta dan tergabung dalam tujuh orang untuk satu ekor sapi kurban.
Alhamdulillah, tugas pemotongan sapi sebanyak 14 ekor dan empat ekor kambing dapat diselesaikann pada hari pertama Idul Adha 1442 H dan pembagian kepada warga yang layak menerima, sudah diserahkan kepada Ketua ORT dan ORW untuk dinikmati oleh warganya.
Yang pasti, bahwa pada tanggal 10 Dhulhijjah 1442 H, sebahagian dari anggota jamaah datang ke masjid dengan membawa benda tajam, hal ini bukan untuk siap siaga kalau ada larangan dari Satpol PP yang bertugas, melainkan untuk membantu petugas kurban dalam menguliti sapi kurban.
Selamat Idul Adha 1442 H dan mari menyongsong hari-hari kemenangan bersama secangkir kopi di pagi hari.
Makassar Rabu 21 Juli 2021
by syakhruddin DN
