SYAKHRUDDIN.COM – Timnas Prancis sering disebut sebagai favorit juara Euro 2020 (Euro 2021), namun penampilan mereka belum menggambarkan hal tersebut secara utuh. Sebagai juara Piala Dunia 2018 dengan mayoritas pemain masih ada di dalamnya, Prancis kembali dijagokan sebagai pemenang di Euro 2020 ini.
Dilansir dilaman CNN, Berada di grup F yang sering disebut grup neraka, Prancis sukses mengakhiri perjalanan sebagai juara grup.
Namun di balik sukses tersebut, Prancis masih belum benar-benar membuktikan kualitas mereka sebagai juara dunia. Pertahanan masih terlihat rapuh dan kerap melakukan kesalahan.
Lini belakang Prancis yang dikomandoi Raphael Varane belum bisa menghadirkan pertahanan impresif untuk membentengi Hugo Lloris.
Lini depan Prancis juga belum benar-benar teruji maksimal. Kylian Mbappe yang sering disebut sebagai bintang muda Prancis belum mencatatkan namanya di papan skor.
Namun semua itu akan berbeda di babak 16 besar. Setelah ujian berat di fase grup, Prancis diyakini bakal makin siap ketika turnamen masuk ke fase penentuan.
Dengan tempaan ujian berat di babak penyisihan, Prancis tak akan lagi demam panggung di 16 besar. Belum lagi fakta bahwa level Swiss di atas kertas di bawah Portugal dan Jerman yang mereka hadapi di fase grup.
Gambaran itu yang akan membuat Paul Pogba dan kawan-kawan bakal menjadikan laga lawan Swiss sebagai pembuktian kapasitas mereka sebagai sebuah tim calon juara.
Dari komposisi tim di lapangan, Didier Deschamps tidak akan lagi ragu untuk menempatkan Karim Benzema sebagai ujung tombak berkat dua gol yang telah dipersembahkan striker Real Madrid tersebut.
Permasalahan di lini depan hanyalah beban Mbappe yang belum bisa mencetak gol. Mbappe punya sejumlah peluang terbuka untuk menceploskan bola ke dalam gawang, tetapi tidak ada gol atas namanya sejauh ini.
Prancis butuh Mbappe untuk menyelesaikan puasa gol. Hal itu bakal menambah kepercayaan diri Mbappe yang tentunya bakal berdampak positif bagi tim Ayam Jantan secara keseluruhan.
Menarik untuk menanti pilihan formasi Deschamps di laga ini. Bila ingin lini tengah yang lebih stabil, Deschamps bakal memasang Adrien Rabiot untuk menemani Pogba dan N’Golo Kante.
Secara keseluruhan, Deschamps lumayan dipusingkan oleh beberapa cedera yang dialami para pemainnya seperti Lucas Digne, Ousmane Dembele, Lucas Hernandez, hingga Thomas Lemar.
Bila Prancis ingin lebih agresif di lini serang, Deschamps bisa memainkan formasi 4-2-3-1. Sisi kanan mungkin saja ditempati oleh Kingsley Coman yang punya kecepatan sama baiknya dengan Kylian Mbappe di sisi kiri.
Namun minim pilihan full back juga bisa membuat Prancis tiba-tiba memainkan pola tiga bek sejajar di laga ini dengan Varane, Clement Lenglet, dan Presnel Kimpembe membentuk trio lini belakang.
Di laga lawan Swiss, Prancis bukan hanya sekadar punya misi untuk lolos ke perempat final. Prancis juga punya misi untuk mengingatkan publik betapa menakutkannya mereka sebagai sebuah tim.
Kylian Mbappe dan kawan-kawan harus bersolek dan tampil sehebat-hebatnya yang bisa mereka lakukan di lapangan.
Swiss berada dalam status underdog dalam duel lawan Prancis di 16 besar Euro 2020 (Euro 2021). Namun Swiss punya satu keunggulan yang sudah pasti ada di tangan mereka, yaitu waktu istirahat.
Swiss terakhir kali bertarung pada Minggu (20/6/21) sedangkan Prancis baru berlaga dalam duel hidup-mati melawan Portugal tiga hari kemudian.
Dengan kondisi tersebut, Swiss punya waktu istirahat lebih banyak dibandingkan Prancis. Dalam turnamen macam Euro 2020, faktor istirahat di masa singkat turnamen bisa jadi sebuah hal yang vital dan berharga.
Selain mengandalkan keunggulan dari segi istirahat, Swiss juga punya amunisi yang cukup membuat mereka percaya diri dalam duel lawan Prancis.
Swiss memainkan pola tiga bek sejajar dalam formasi 3-4-1-2. Kevin Mbabu dan Ricardo Rodriguez bakal berperan sebagai wing back yang aktif naik-turun.
Granit Xhaka akan coba menantang N’Golo Kante dan Pogba dalam penguasaan bola. Xhaka punya pengalaman berhadapan dengan duet Prancis tersebut karena sama-sama bermain di Liga Inggris.
Di lini depan, bukan hanya Xherdan Shaqiri yang wajib diwaspadai oleh Varane dan Kimpembe. Haris Seferovic dan Breel Embolo juga patut diberikan pengawasan ketat.
Embolo punya kualitas individu yang baik, Seferovic selalu tampil ngotot sejak pertandingan pertama, dan Shaqiri sudah sejak lama masuk dalam kategori pemain bintang di Eropa.
Selain penetrasi di kotak penalti, hal lain yang patut diwaspadai Prancis adalah tembakan dari luar kotak penalti milik Swiss.
Swiss bisa menaklukkan Turki lewat gol-gol tembakan jarak jauh di laga terakhir Grup A.
Swiss jelas tak bakal diunggulkan di hadapan Prancis yang bertabur bintang. Tetapi bila kengototan berhasil ditunjukkan Swiss, mereka mungkin bisa menyulitkan Prancis dan bakal terlihat lebih bugar dari segi fisik (syakhruddin)
