SYAKHRUDDINNEWS.COM – Senin kembali mengetuk pintu kehidupan. Tanggal 12 Oktober 2026 hadir membawa lembaran baru, mengajak kita meninggalkan kemalasan, merapikan niat, dan menata langkah untuk menghadapi berbagai tantangan yang terbentang di depan mata.
Bagi sebagian orang, Senin mungkin terasa sebagai awal kesibukan setelah menikmati waktu bersama keluarga pada akhir pekan. Namun, bagi mereka yang senantiasa memelihara harapan, Senin adalah kesempatan untuk memperbaiki kekurangan, menyambung silaturahmi, dan melanjutkan pengabdian yang belum selesai.
Usia boleh bertambah, rambut boleh memutih, tetapi semangat untuk memberikan manfaat kepada sesama jangan sampai ikut memudar. Hari ini mengajarkan bahwa kehidupan bukan sekadar menghitung berapa lama kita telah berjalan, melainkan menimbang seberapa banyak kebaikan yang telah kita tinggalkan.
Sebab, pada akhirnya, manusia tidak hanya dikenang karena jabatan dan kedudukannya, tetapi juga karena ketulusan, kepedulian, serta jejak kemanusiaan yang diwariskannya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’d: 11, petikan terjemahan makna).
Ayat ini mengingatkan kita bahwa perubahan memerlukan ikhtiar. Harapan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus disertai tindakan.
Menginginkan kehidupan yang lebih baik berarti bersedia memperbaiki diri, meningkatkan kedisiplinan, menjaga kejujuran, dan memperkuat kepedulian kepada orang lain.
Memasuki Senin, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: sudahkah hari ini lebih baik daripada kemarin? Sudahkah tutur kata kita menyejukkan hati orang lain? Sudahkah tenaga, pikiran, dan pengalaman yang kita miliki digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat?
Mengenang peristiwa bersejarah; Tanggal ini menyimpan kenangan duka bagi Indonesia. Serangan bom di kawasan Kuta, Bali, menewaskan 202 orang dan melukai banyak lainnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kekerasan dan terorisme meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat luas.
Dari tragedi itu, kita belajar bahwa perdamaian, toleransi, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia harus senantiasa dijaga.
Dalam catatan sejarah dunia, ekspedisi Christopher Columbus mencapai sebuah pulau di kawasan Bahama pada 12 Oktober 1492. Peristiwa ini menjadi bagian penting dari sejarah hubungan Eropa dengan benua Amerika, sekaligus membuka babak kolonisasi yang membawa penderitaan bagi banyak masyarakat pribumi.
Sejarah mengajarkan bahwa sebuah perjalanan besar tidak hanya perlu dinilai dari keberhasilannya, tetapi juga dari dampaknya terhadap manusia dan peradaban.
Dua peristiwa tersebut menghadirkan pelajaran yang berbeda. Tragedi Bali mengingatkan kita akan mahalnya harga sebuah perdamaian, sedangkan sejarah pelayaran Columbus mengajak kita melihat masa lalu secara utuh, termasuk keberanian menjelajah dan konsekuensi kolonialisme.
Bagi pembaca MoKa, tanggal 12 Oktober bukan sekadar deretan angka. Ia adalah undangan untuk belajar dari masa lalu, merawat kemanusiaan pada hari ini, dan membangun masa depan yang lebih damai.
Sebuah Pantun Senin, pembangkit semangat
Pergi ke taman memetik melati,
Melati disimpan di dalam peti.
Senin datang sepenuh hati,
Tebarkan kebaikan sepanjang hari
Dinamika organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali bergulir. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan mutasi terhadap 199 perwira tinggi dan perwira menengah Polri berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.
Dalam rotasi terbaru ini, tiga jabatan Kapolda mengalami pergantian, yakni Kapolda Kepulauan Bangka Belitung yang dipercayakan kepada Irjen Pol. Agus Wijayanto, Kapolda Kalimantan Utara yang dijabat Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, serta Kapolda Lampung yang kini dipercayakan kepada Brigjen Pol. Yustan Alpiani.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari dinamika pembinaan karier dan penataan organisasi di tubuh Korps Bhayangkara.
Di balik pergantian jabatan, masyarakat tentu berharap agar setiap pejabat yang menerima amanah baru mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional, responsif, dan berintegritas.
Mutasi bukan sekadar perpindahan posisi, melainkan juga kesempatan untuk memperkuat kepercayaan publik melalui kinerja nyata di lapangan. Sebagaimana disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, penempatan personel mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, rekam jejak, dan integritas.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan hanya terletak pada jabatan yang disandang, tetapi juga pada rasa aman, keadilan, dan perlindungan yang dirasakan masyarakat. Polisi bersama masyarakat, mengabdi dengan integritas.
Sementara itu, Luwu Raya Berduka; Rentetan bentrokan antarwarga yang terjadi di sejumlah wilayah Luwu Raya pada awal Oktober 2026 menyisakan keprihatinan mendalam.
Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, MM, mengingatkan bahwa konflik yang menelan korban jiwa, merusak fasilitas, dan mengganggu ketenteraman masyarakat tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Ia mendesak kepolisian menangani setiap perkara secara profesional, objektif, transparan, dan berkeadilan. Sejumlah insiden di Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo menjadi peringatan bahwa persoalan yang semula bersifat pribadi maupun antarkelompok dapat meluas menjadi konflik sosial apabila tidak diselesaikan dengan kepala dingin.
Bagi masyarakat Tana Luwu, persaudaraan adalah warisan berharga yang tidak sepatutnya dikorbankan hanya karena emosi sesaat. Dalam pandangan Mozaik Kehidupan, hukum harus ditegakkan, tetapi persaudaraan jangan ditanggalkan.
Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi, apalagi mengambil tindakan balasan yang justru memperpanjang penderitaan.
Tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah daerah, dan aparat keamanan perlu bergandengan tangan membuka ruang dialog serta mencegah bentrokan susulan.
Penyelesaian secara kekeluargaan dapat ditempuh tanpa mengabaikan proses hukum terhadap dugaan tindak pidana. Sebab, tidak ada kemenangan dalam sebuah pertikaian apabila akhirnya keluarga kehilangan orang tercinta dan masyarakat hidup dalam ketakutan.
Luwu Raya adalah rumah bersama; mari merawatnya dengan kebijaksanaan, menghormati hukum, dan menjadikan musyawarah sebagai jalan penyelesaian. Jangan biarkan batu yang dilemparkan hari ini meruntuhkan jembatan persaudaraan yang dibangun selama puluhan tahun.
Langkah Kaki Tak Mengenal Usia: Ajang PIP Makassar Run 10,5K pada 11 Oktober 2026 menjadi panggung pembuktian bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus bergerak, berkarya, dan menjaga kebugaran tubuh.
Kehadiran peserta berusia 45 tahun ke atas memberikan pesan inspiratif bahwa semangat berolahraga tidak mengenal batas angka pada kartu identitas. Di balik setiap langkah yang menapaki lintasan, tersimpan tekad, kedisiplinan, serta keberanian untuk menantang diri sendiri.
Bagi mereka, garis finis bukan sekadar tujuan perlombaan, melainkan simbol keberhasilan menjaga kesehatan dan merawat semangat hidup di tengah perjalanan usia yang terus bertambah.
Dalam perspektif Mozaik Kehidupan (MoKa), partisipasi kelompok usia matang dalam ajang lari ini layak menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya para lansia yang ingin tetap aktif, sehat, dan produktif.
Olahraga bukan hanya tentang kecepatan meraih kemenangan, tetapi juga tentang persahabatan, kebersamaan, dan kegembiraan menikmati hidup.
Selama tubuh masih mampu melangkah dan semangat tetap menyala, selalu ada kesempatan untuk melakukan hal-hal bermakna.
Sebab, menjadi tua adalah kepastian, tetapi kehilangan semangat bukanlah keharusan. Teruslah bergerak, jaga kesehatan, dan buktikan bahwa langkah kaki boleh melambat, tetapi tekad untuk hidup berkualitas tidak pernah surut.
Pembaca setia Mozaik Kehidupan (MoKa) yang budiman, sampai di sini perjumpaan kita. Semoga rangkaian informasi dan refleksi yang tersaji hari ini menjadi bekal untuk menapaki hari esok dengan pikiran yang jernih dan semangat yang tak pernah padam.
Selamat melaksanakan aktivitas pada hari pertama pekan ini, Senin, 12 Oktober 2026. Mari kita awali pekan dengan optimisme, memperkuat tekad untuk terus mengabdi, berkarya, dan mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Sebab, usia boleh bertambah, langkah boleh melambat, tetapi semangat pengabdian hendaknya tidak pernah surut. Sebelum berpisah, izinkan MoKa mengantarkan sebuah pantun penutup untuk sahabat pembaca:
Tiga Kapolda kini diganti,
Amanah dijaga, negeri dicintai.
Awal pekan kita awali,
Mengabdi tulus sepenuh hati.
Demikian MoKa edisi kali ini. Terima kasih atas kebersamaan Anda. Sampai berjumpa pada edisi berikutnya, dengan cerita, berita, dan mozaik kehidupan yang berbeda.
Akhirnya Moka tak lupa mengucapkan selamat berbahagia atas pernikahan Asmarani Harma,S.S,SK.M,M.M dengan Syamsul Ishak, SKM,M. Kes putri dari Bapak H.Rukman Nawawi & Hj. Harisah di Anging Mammiri Dalton Hotel Makassar yang dihadiri Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Bapak Zulkifli Gani Ottoh bersama Pengurus PWI Sulsel periode 2002-2026.
Salam sehat, salam pengabdian by. Syakhruddin Tagana





