SYAKHRUDDINNEWS.COM – 25 September bukan sekadar angka di kalender. Dalam lembar sejarah, tanggal ini pernah menjadi saksi berbagai peristiwa dunia.
Yang menarik bagi Indonesia, pada 25 September 1950, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi mengajukan permohonan menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui surat yang disampaikan L.N. Palar kepada Sekretaris Jenderal PBB. Tiga hari kemudian, 28 September 1950, Indonesia diterima sebagai anggota ke-60 PBB.
Maka Jumat, 25 September 2026, mengajarkan satu hal sederhana: hari ini akan menjadi sejarah esok hari. Jangan biarkan ia berlalu tanpa makna. Sebab waktu terus berjalan, sementara tulisan, kebaikan, dan jejak pengabdian dapat tinggal lebih lama daripada usia manusia.
Selamat Jumat berkah, tetap menulis, tetap berkarya, dan jangan biarkan semangat padam di tengah perjalanan.
Sebuah pantun pembuka ;
Ke pasar pagi membeli pepaya,
Singgah sebentar membeli jamu.
Jumat datang membawa cahaya,
Semoga berkah menyertai langkahmu.
Sementara itu, Gugatan terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka dalam PHPU 2024 kembali menjadi sorotan. KPU mempersoalkan tenggang waktu karena permohonan diajukan jauh setelah batas tiga hari sejak penetapan hasil Pemilu.
Namun, pihak pemohon berargumentasi bahwa persoalan yang mereka ajukan menyangkut keadilan substantif dan meminta MK tetap memeriksa pokok perkara.
Di tengah perdebatan itu, Denny Indrayana meminta MK menghadirkan dua kementerian untuk memberikan keterangan, termasuk terkait proses harmonisasi PKPU dan dokumen penyetaraan pendidikan yang dipersoalkan.
Perbedaan pandangan inilah yang membuat perkara tersebut terus bergulir dan menjadi topik panas di media sosial. Kini perhatian publik tertuju pada ruang sidang MK: apakah perkara berhenti pada soal tenggat waktu, atau berlanjut ke pemeriksaan substansi? Jawabannya berada pada proses hukum dan putusan MK.
Di Kabupaten Gowa kembali menjadi sorotan. Mengacu pada laporan Tempo, tim gabungan Kortastipidkor Polri menggeledah Kantor Bupati Gowa dan rumah jabatan Bupati Sitti Husniah Talenrang pada 21 September 2026.
Penggeledahan itu berkaitan dengan penyidikan dugaan pungutan liar dan gratifikasi dalam pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Penyidik mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik untuk memperjelas perkara.
Namun, kata “tersandung” jangan buru-buru diterjemahkan sebagai “terbukti korupsi”. Sampai informasi yang tersedia saat ini, Bupati Gowa telah diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi, sementara perkara masih dalam proses penyidikan.
Bupati Sitti Husniah juga menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan. Inilah titik penting yang perlu dicermati publik: biarkan penyidik bekerja, bukti berbicara, dan proses hukum menentukan siapa yang bertanggung jawab.
Info terkini, GOR Sudiang Makassar kini bersolek. Jelang rencana kedatangan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2026, gedung olahraga yang berada di kawasan Sekolah Rakyat Sudiang itu mulai dipercantik dan dipersiapkan sebagai lokasi peresmian Sekolah Rakyat tahap II.
Sekitar 7.000 peserta diperkirakan akan memadati lokasi, sementara jadwal pasti kedatangan Presiden masih menunggu kepastian agenda.
Bagi Makassar, ini bukan sekadar urusan mengecat dinding dan menata halaman. GOR Sudiang sedang dipoles menjadi wajah sebuah agenda nasional.
Di balik kesibukan pekerja dan persiapan fasilitas, ada pesan yang patut disimak: ketika tamu negara datang, yang dipertaruhkan bukan hanya kemegahan tempat, tetapi juga kesiapan daerah menunjukkan bahwa Makassar mampu menjadi tuan rumah bagi sebuah peristiwa penting.
Pembaca setia MoKa, kabar dugaan keributan di Jimbaran, Badung, Bali, sempat mengguncang media sosial. Warga bahkan berkumpul di Jalan Karang Mas dan sekitar Kampus Unud setelah beredar informasi tentang ancaman penyerangan.
Namun polisi memastikan tidak ditemukan bentrokan maupun keributan; warga berkumpul justru untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.
Yang menarik, persoalan ini disebut berawal dari urusan pribadi dan komunikasi melalui WhatsApp yang berkembang menjadi dugaan ancaman.
Polisi kini menangani laporan tersebut dan melakukan pemeriksaan. Peristiwa Jimbaran kembali mengingatkan kita: di zaman media sosial, satu pesan bisa memancing seribu kecemasan. Karena itu, sebelum ikut menyebarkan kabar, periksa faktanya—jangan sampai jempol lebih cepat daripada kebenaran.
Sementara itu, Teknologi kecerdasan buatan (AI) kembali mengingatkan kita bahwa kemajuan digital tanpa etika dapat berubah menjadi ancaman. Sejumlah siswa SMP diduga menggunakan AI untuk memanipulasi foto teman sebaya menjadi konten bernuansa dewasa.
Sekitar 200 foto disebut telah tersebar, dan kasus tersebut kini ditangani pihak berwenang. Peristiwa ini bukan sekadar kenakalan di dunia maya, melainkan peringatan keras bahwa sebuah foto yang diedit tanpa izin dapat melukai martabat, menimbulkan trauma, dan meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus.
Di sinilah pendidikan digital menjadi penting: anak-anak perlu memahami bahwa AI bukan ruang bebas tanpa batas. Mengubah foto seseorang menjadi konten seksual tanpa persetujuan adalah tindakan yang serius dan dapat memiliki konsekuensi hukum maupun sosial.
Orang tua, guru, sekolah, dan masyarakat perlu mengajarkan etika penggunaan teknologi, penghormatan terhadap privasi, serta keberanian melapor ketika menjadi korban. AI seharusnya menjadi alat untuk belajar dan berkarya bukan senjata untuk mempermalukan sesama.
Pembaca setia MoKa yang budiman, demikianlah ulasan kita hari ini. Penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh pembaca yang tetap setia menemani setiap goresan Mozaik Kehidupan.
Terima kasih pula kepada PLN, karena setelah jaringan listrik kembali stabil, insyaallah MoKa dapat kembali hadir melalui blog dan menyapa pembaca seperti biasanya.
Dari pengalaman sederhana ini kita belajar, betapa besar ketergantungan kehidupan modern kepada listrik—ketika ia padam, bukan hanya lampu yang gelap, tetapi pekerjaan, komunikasi, bahkan aktivitas menulis pun ikut terhenti.
Namun, padamnya listrik tidak boleh memadamkan semangat menulis. MoKa akan terus hadir, menjadi jendela kecil bagi pembaca untuk mengikuti berbagai peristiwa, memperoleh informasi terkini dan terbarui.
Sekaligus menemukan makna di balik setiap kejadian. Terima kasih atas kesetiaan dan kebersamaan para pembaca. Selamat melaksanakan salat Jumat berjamaah, semoga Jumat hari ini membawa ketenangan, keberkahan, dan kekuatan untuk terus melangkah.
Pergi ke pasar membeli delima,
Singgah sebentar membeli kurma.
Jumat berkah membawa hikmah,
MoKa hadir menyapa semua.
Salam Literasi : Syakhruddin Tagana




