SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pagi itu, langit Samata Gowa seperti turut memberi restu. Di halaman Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, deretan mahasiswa berdiri dengan wajah penuh semangat, menanti dimulainya Pemantapan Pelatihan Tagana Kompi FDK, Sabtu, 9 Mei 2026.
Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Prof. Dr. Syamsuddin AB. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan Tagana bukan sekadar kegiatan tambahan mahasiswa, melainkan bagian penting dari proses akademik, khususnya pada mata kuliah Pemetaan Daerah Bencana dan Rawan Konflik yang diasuh oleh Drs. H. Syakhruddin DN.
Bagi Prof. Syamsuddin, membangun kesadaran kemanusiaan tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas. Mahasiswa harus diperkenalkan langsung pada denyut lapangan, pada situasi darurat yang membutuhkan ketangguhan, kepekaan sosial, sekaligus keberanian mengambil tindakan. Terlebih, dosen pengampu mata kuliah tersebut juga dikenal sebagai salah seorang Perintis Tagana Indonesia tahun 2004 di Lembang, Jawa Barat, sehingga pengalaman lapangan menjadi kekuatan utama dalam proses pembelajaran.
Suasana pembukaan pelatihan semakin khidmat saat dilakukan pemasangan topi pelatihan kepada tiga perwakilan peserta. Simbol sederhana itu menjadi penanda dimulainya proses menempa diri sebagai mahasiswa yang tak hanya cakap secara akademik, tetapi juga siap hadir di tengah masyarakat ketika bencana dan situasi darurat terjadi. Prosesi tersebut disaksikan para instruktur Tagana Kabupaten Gowa di bawah koordinasi Muhammad Jufri Tubarani.
Prof. Syamsuddin juga berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini secara saksama. Sebab, materi kebencanaan dan penanganan darurat seperti ini menjadi salah satu ciri khas pembelajaran di Program Studi Kesejahteraan Sosial, yang menuntut mahasiswa tidak hanya berpikir, tetapi juga bergerak dan bertindak.
Di balik semangat pembukaan itu, terselip pula kabar yang menghadirkan rasa prihatin. Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, Dr. Syamsidar, belum sempat hadir membersamai kegiatan karena kondisi kesehatan yang kurang memungkinkan. Meski demikian, semangat pelatihan tetap berlangsung hangat dan penuh antusiasme.
Salah seorang ketua tingkat peserta, Ummul, mengaku kegiatan tersebut terasa menarik karena mahasiswa tidak hanya menerima teori, melainkan langsung mempraktikkan teknik pertolongan dalam kondisi darurat. Baginya, pengalaman seperti inilah yang membuat perkuliahan terasa hidup dan memiliki makna nyata bagi masyarakat.
Rangkaian pemantapan latihan sendiri akan berlangsung di dua lokasi, yakni di halaman kampus serta kawasan Permandian Alam Tanjung Bayang Makassar setiap Sabtu pagi. Di tempat-tempat itulah para mahasiswa akan belajar tentang kedisiplinan, evakuasi, pertolongan darurat, hingga membangun solidaritas kemanusiaan.
Sejumlah instruktur Tagana Kabupaten Gowa yang terlibat dalam pelatihan ini antara lain Muh. Jufri Tubarani, Hasran Rate, Mustari Nyonri, Ibrahim, Sampara Naba, dan Syamsuddin. Mereka dijadwalkan kembali mendampingi peserta pada latihan berikutnya dengan materi dan simulasi yang lebih beragam.
Dari halaman kampus itu, mahasiswa tidak hanya sedang belajar tentang bencana. Mereka sedang ditempa menjadi manusia yang peka terhadap penderitaan sesama. Sebab di balik seragam dan peluit latihan, tersimpan satu pelajaran penting: kemanusiaan selalu membutuhkan orang-orang yang siap hadir lebih dahulu, sebelum yang lain sempat berpikir untuk datang(sdn)





Are you readi to help peoples to help them selve … !?
One command One rule One Corp