DI LANGIT MALILI
Seorang ibu mungkin masih menunggu senja
yang tak kunjung pulang.
Di dadanya tersimpan nama: Farhan
anak yang ia lepaskan dengan doa,
bukan dengan perpisahan.
Farhan Gunawan
kopilot muda dari timur Sulawesi,
anak Malili,
putra yang belajar percaya pada langit
dan menyerahkan hidupnya
pada sayap besi bernama pengabdian.
Di puncak Bulusaraung,
dua anak muda—Reski dan Muslimin
menjadi saksi yang tak pernah mereka minta.
Pesawat itu melintas rendah,
seolah menyentuh gunung
untuk berpamitan.
Serpihan jatuh seperti hujan takdir,
dokumen negara berserakan di tanah sunyi,
logo kementerian terkelupas dari badan pesawat—
namun tugas mereka tetap utuh:
menjaga laut,
menjaga negeri,
bahkan hingga nyawa.
Gunung itu kini tak hanya batu dan hutan,
ia menjadi penjaga rahasia,
menyimpan nama-nama
yang tak sempat menua.
Jika kelak Farhan ditemukan,
temukan ia bukan hanya sebagai nama korban,
tetapi sebagai anak,
sebagai harapan,
sebagai bukti
bahwa cinta pada tugas
kadang berakhir di langit
dan bersemayam di doa.
Dan bila ia tak pernah kembali,
biarlah gunung, laut, dan langit
menjadi saksi
bahwa pernah ada seorang anak Malili
yang terbang bukan untuk pergi,
tetapi untuk menjaga negeri
Ahad, 18 Januari 2026
by. syakhruddin tagana
