SYAKHRUDDINNEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sejumlah pejabat negara di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 8 Oktober 2025.
Pelantikan ini mencakup beberapa posisi penting di kementerian, lembaga, serta badan khusus yang berperan strategis dalam pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo melantik Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan dr. Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes).
Selain itu, Kepala Negara juga melantik pimpinan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), yang terdiri atas satu Kepala dan dua Wakil Kepala.
Berikut susunan pejabat BP BUMN yang dilantik:
Kepala BP BUMN: Dony Oskaria
Wakil Kepala BP BUMN:
Aminuddin Maruf
Tedi Bharata
Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya terhadap percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia dengan melantik Velix Fernando Wanggai sebagai Kepala Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, didampingi sembilan anggota lainnya.
Daftar lengkap anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua:
Letjen Purn Ignatius Yogo Triono
Komjen Purn Paulus Waterpauw
John Wetimpo
Letjen Purn Ali Hamdan Bogra
John Gebze
Billy Mambrasar
Ribka Haluk
Yanni
Juharson Estrella Sihasale
Pada kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Mathius Fakhiri dan Aryoko sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Keduanya diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan menjaga stabilitas di Tanah Papua.
Tak hanya itu, susunan baru juga diumumkan untuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sebagai berikut:
Kepala Dewan Komisioner LPS: Anggito Abimanyu
Wakil Kepala Dewan Komisioner LPS: Farid Azhar Nasution
Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank: Doddy Zulverdi
Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis: Ferdinan Dwikoraja Purba
Ex Officio LPS dari Kementerian Keuangan: Suminto
Ex Officio LPS dari Bank Indonesia:
Pelantikan ini menandai langkah awal pemerintahan Presiden Prabowo dalam memperkuat struktur kelembagaan serta memastikan roda birokrasi berjalan efektif untuk mendukung agenda pembangunan nasional (sdn)
