SYAKHRUDDIN.COM – Nama Panji Gumilang, pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, saat ini menjadi perbincangan masyarakat dari berbagai kalangan karena kontroversinya. Namun, sebagian besar masyarakat belum tahu latar belakang dan sosok Panji Gumilang.
Bagi masyarakat Gresik, Jawa Timur (Jatim), sosok Panji Gumilang sudah tidak asing lagi. Warga Gresik mengenalnya dengan nama Abdus Salam.
“Nama aslinya Abdus Salam. Nama Panji Gumilang itu dari kiai Banten setelah menikah dengan orang Banten, sebagaimana dilansir dilaman CNN Jakarta.
Sama seperti adiknya saudara ketiga Yusuf Datok Agung Sidayu. Nama Datok Agung Sidayu juga berasal dari Thailand,” kata Munawwir (66), yang merupakan tetangga Panji Gumilang di Gresik, Senin 26 Juni 2023.
Panji Gumilang merupakan warga asli Dusun Siraman, Desa Sembung Anyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sejak kecil, ia hidup di desa tersebut bersama keluarganya.
Munawwir menjelaskan, Panji Gumilang sejak kecil bersekolah di desa setempat. Saat itu, Panji Gumilang bersekolah di Sekolah Rakyat (SR) Dukun yang sekarang menjadi SDN Kalirejo.
Kemudian Panji melanjutkan pendidikan agama di Pondok Maskumambang dan Ihyaul Ulum Gresik. “Kalau pagi sekolah formal di Maskumambang, siangnya diniyah di Ihyaul Ulum,” terang Munawir.
Kemudian, masih menurut Munawwir, Panji Gumilang melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas di Pondok Pesantren Gontor. Di masa itu, saat pulang liburan dari pesantren, ia sering menjadi khatib salat Jumat di desanya.
Panji Gumilang pun melanjutkan jenjang pendidikan kuliah di Jakarta. Menurut Munawwar, berdasarkan penuturan Panji saat pulang ke kampung kelahirannya, dia tidak pernah diizinkan orang tua untuk pergi ke Jakarta. Namun, Panji menjadi seorang pendidik hingga membangun Ponpes Al Zaytun.
Bagi warga Gresik, prestasi Panji mengelola pondok pesantren Al Zaytun sejak 1992 bukanlah hal yang mengherankan. Selain latar belakang pendidikannya sebagai santri, lingkungan Panji di asalnya juga banyak pesantren.
Suasana desa rumah Panji Gumilang, pemimpin Ponpes Al Zaytun di Gresik. Di desa asalnya, keluarga Panji Gumilang merupakan tokoh.
Bahkan, ayahnya, Imam Rosyidi, dulunya merupakan seorang kepala desa (kades) yang cukup disegani. “Ketuanya kades ya itu. Besar tinggi gagah, elegan.
Termasuk awal mula listrik, dan pengairan (terjadi) pada masa ayah Panji,” ujar Ketua RT 2 RW 1 Dusun Siraman, Mahsun (60).
Kemudian kakeknya, H Abdur Rahman, juga orang kaya se-Kecamatan Dukun. Dia memiliki tanah yang sangat luas, hingga salah satu tanahnya dibangun masjid dan diberi nama Baitur Rahman.
“Kalau pulang ke sini (desa), Panji Gumilang tidak pernah ajak istrinya. Namun bersama rombongan jemaah dan pengawalnya.
Anaknya pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari partai PPP Dapil Lamongan-Gresik, tetapi tidak berhasil,” ungkap Maksun.
Oleh masyarakat setempat, Panji Gumilang disebut sebagai anak kedua dari empat bersaudara. Dulu, dia tinggal di rumah berukuran 10×50 meter.
Rumah luas itu terlihat sederhana, masih didominasi oleh kayu tua persis seperti bangunan saat awal berdiri. Pada dindingnya masih tertempel banyak foto Panji Gumilang bersama para tokoh.
Foto-foto itu terpajang di ruang tamu, termasuk salah satu foto yang menunjukkan Panji Gumilang bersama mantan Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao (sdn)
