SYAKHRUDDIN.COM – Massa yang melakukan demonstrasi di depan Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu menyerukan agar pimpinan pondok pesantren tersebut, Panji Gumilang, segera ditangkap.
Mereka menginginkan agar negara hadir segera untuk menuntaskan masalah penyimpangan agama yang terjadi di Ponpes Al-Zaytun Indramayu.
Massa yang terlibat dalam aksi ini berasal dari berbagai elemen masyarakat dan tergabung dalam Forum Solidaritas Dharma Ayu. Selain warga masyarakat, beberapa organisasi masyarakat Islam juga ikut serta dalam aksi tersebut.
Aksi unjuk rasa ini melibatkan massa dari berbagai daerah, bukan hanya dari Indramayu saja.
Salah seorang koordinator aksi bernama Hatta melalui pengeras suara menyampaikan, “Tangkap Panji Gumilang!” Hatta juga mengungkapkan bahwa aksi unjuk rasa ini melibatkan ribuan orang yang mengepung Ponpes Al-Zaytun.
Tuntutan massa sangat tegas, mereka menginginkan pembubaran Ponpes Al-Zaytun. Hatta juga menekankan pentingnya agar Panji Gumilang segera diadili menurut hukum yang berlaku.
Massa tersebut menyampaikan bahwa mereka tidak gentar menghadapi Panji Gumilang dan pengikutnya. Mereka bahkan mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa sampai tuntutan mereka dipenuhi.
Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka akan terus datang ke lokasi tersebut. Massa aksi datang pada pukul 12.30 WIB sambil menggemakan sholawat.
Aksi demonstrasi ini dilakukan sebagai respons terhadap dugaan penyimpangan agama yang terjadi di dalam pondok pesantren.
Selain itu, aksi ini juga bertujuan untuk mengusut dugaan terafiliasi Ponpes Al-Zaytun dengan Negara Islam Indonesia (NII).
Massa meminta agar pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang, diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.
Selama aksi berlangsung, massa yang melakukan demonstrasi menggemakan sholawat, sementara ribuan massa lainnya di dalam pondok pesantren menjawab dengan bacaan doa.
Polisi melakukan penghalauan untuk menjaga ketat ribuan massa demonstran agar tidak mendekat ke ponpes dan menghindari terjadinya bentrokan.
Polisi juga menyiapkan mobil water cannon untuk mengantisipasi kerusuhan.
Akhirnya, massa yang menggelar aksi unjuk rasa di Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu membubarkan diri setelah mencapai kesepakatan antara koordinator lapangan dan pihak kepolisian.
Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar, mengumpulkan para koordinator aksi dan menawarkan negosiasi bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sedang melakukan investigasi terkait Ponpes Al-Zaytun Indramayu.
Massa sepakat untuk menunggu hasil investigasi dari MUI tersebut.
Dalam aksi tersebut, polisi berperan sebagai sahabat massa aksi dan melakukan penghalauan untuk mencegah terjadinya tindakan yang tidak diinginkan.
Pihak pondok pesantren juga telah menyiapkan massa tandingan sebagai upaya menghalau demonstran. Panji Gumilang, pemimpin Ponpes Al-Zaytun, terlihat mengatur langsung barisan massa tandingan tersebut.
Forum Solidaritas Dharma Ayu, dalam surat pemberitahuan kepada polisi, menyatakan akan mengerahkan 10.000 orang untuk menghadiri Ponpes Al-Zaytun.
Mereka merespons tantangan yang dilontarkan oleh Panji Gumilang yang viral di media sosial.
Selain itu, aksi tersebut juga sebagai tanggapan terhadap pernyataan Panji Gumilang yang menyebut Al-Quran sebagai karangan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam.
Setelah kesepakatan dicapai antara koordinator lapangan dan pihak kepolisian, massa aksi membubarkan diri pada pukul 15.15 WIB.
Polisi menyatakan bahwa tugas mereka adalah melakukan pengamanan, perlindungan, dan pengayoman (sdn/trib)
