SYAKHRUDDIN.COM – Potongan video seorang calon haji berusia lanjut dari Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, bernama Muh Arif Dg Rate (68), menjadi viral setelah niatnya untuk kembali ke kampung halaman dengan mengendarai ojek terungkap.
Dalam video berdurasi 49 detik tersebut, Muh Arif Dg Rate terlihat berjalan di sekitar Ka’bah sambil memegang tongkat, dengan niat mencari moda transportasi ojek.
Ketua kloter 32 yang membawa rombongan calon haji dari Kabupaten Takalar, Ambo Tuo, menyampaikan keterangannya di Makassar pada Senin, 19 Juni 2023, bahwa Muh Arif Dg Rate mengalami gangguan demensia.
Dia mengatakan, “Calon haji kita, Muh Arif Dg Rate, mengalami kondisi demensia setelah diperiksa oleh tim kesehatan, dan saat ini dia sedang ditangani dan berada di kamarnya.”
Demensia adalah kondisi di mana kemampuan berpikir dan daya ingat seseorang menurun, biasanya terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
Meskipun demikian, kondisi fisik Muh Arif Dg Rate masih cukup kuat untuk berjalan, tidak seperti kebanyakan lansia yang menggunakan kursi roda.
Ambo Tuo, Ketua Kloter 32, menjelaskan, “Secara fisik, dia masih dalam kondisi baik dan cukup kuat untuk menjalankan aktivitas ibadah seperti tawaf dan sa’i.
Banyak calon haji lansia yang menggunakan kursi roda, tetapi Pak Arif masih cukup kuat.”
Ambo Tuo menjelaskan bahwa video tersebut menjadi viral setelah rombongan kloter 32 melakukan umrah wajib pada malam hari sekitar pukul 23.00 waktu setempat, sebagaimana dilansir dilaman TVone.
Muh Arif Dg Rate melakukan umrah wajib bersama anak, mantu, dan rombongan lainnya. Setelah tiga putaran tawaf, kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk melanjutkan, sehingga dia istirahat.
Namun, setelah melaksanakan tawaf umrah wajib dan sa’i di bukit Shafa dan Marwah, Muh Arif Dg Rate tidak ditemukan hingga pagi hari pukul 06.00 waktu setempat.
Ambo Tuo berkata, “Kami melakukan tawaf umrah wajib mulai pukul 23.00 hingga pagi. Setelah selesai, saya menghubungi ketua regu, Pak Jamaluddin, dan dia mencari Muh Arif Dg Rate hingga pukul 09.00 pagi.
Ternyata setelah itu, Muh Arif Dg Rate ditemukan oleh tim lainnya dan dibawa kembali ke hotel.”
Ambo Tuo menjelaskan bahwa Muh Arif Dg Rate seringkali tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar ketika diajak berkomunikasi. “Seringkali seperti itu, dia diajak berbicara dan ditanya, tetapi jawabannya tidak nyambung.
Tim kesehatan terus memantau kondisinya, dan memang Pak Arif sudah menderita demensia,” ucapnya (sdn)




