SYAKHRUDDIN.COM – Kecewa karena calon kepala desa yang didukung tidak lolos seleksi, ratusan orang berunjuk rasa di Kantor Dinas Sosial dan Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) Takalar, Sulawesi Selatan.
Dilansir dari laman Metropagi, Ratusan pengunjuk rasa merangsek masuk ke Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Daerah (PMD) Takalar di Jalan Syekh Yusuf Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Takalar, Sulawesi Selatan.
“Di dalam Kantor Dinas Sosial dan PMD Takalar, massa menaiki meja dan mencari keberadaan kepala dinas.
Mereka bahkan mengusir karyawan yang sedang bekerja,” ujar Presenter Metro TV, Vera Bahasuan dalam program Metro Pagi Primetime, Selasa, 19 Oktober 2021.
Para pengunjuk rasa memprotes karena calon kepala desa yang mereka dukung tidak lolos seleksi.
Mereka menuding adanya kecurangan yang dilakukan pihak Dinsos dan PMD Takalar.
Dilaporkan bahwa Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa untuk Kabupaten Takalar H Baso Sau di Galesong, Takalar, Minggu menyampaikan bahwa pemilihan kepala desa merupakan hal yang sangat penting sebagai elemen terkecil untuk menjalankan roda pemerintahan.
Hanya saja, dalam pelaksanaannya di masa pandemi ini, protokol kesehatan dinilai harus dikedepankan dan paling utama dalam setiap kegiatan pemerintahan.
Dilansir dilaman Antara, “Kita harus kedepankan protokol kesehatan, jangan sampai selepas pemilihan desa, malah kita membawa penyakit bagi masyarakat banyak,” kata Baso Sau di hadapan warga Palalakkang.
Menurutnya, pemilihan kepala desa bukan ajang untuk memperlihatkan kekuatan, namun memaksimalkan ikhtiar untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Tolong diperhatikan penggunaan maskernya karena kita bisa didiskualifikasi jika tidak taat protokol kesehatan,” tambah Baso Sau yang juga merupakan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Takalar.
Berdasarkan pantauan, pemilihan kepala desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Takalar, seperti Kecamatan Galesong, Galesong Utara dan Galesong Selatan akrab dengan wajah pemuda dan pemudi yang ikut dalam kontestasi pemilihan pemimpin desa.
Pada pemilihan kepala desa di Kabupaten Takalar untuk periode 2021-2027 tidak satupun yang diikuti calon dari petahana.
Selain itu, sejak kepemimpinan Bupati Takalar Syamsari Kitta pada tahun 2017, untuk pertama kalinya ini pemilihan kepala desa secara langsung oleh masyarakat.
“Mari kita adakan pemilihan kepala desa secara damai dan aman, karena tujuan kita semua untuk membangun desa masing-masing. Jangan biarkan ada hal-hal yang bisa merusak silaturahmi usai pemilihan kepala desa ini,” kata Baso Sau.
Sebelumnya, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat berada di Makassar, Sulsel menyampaikan agar calon kepala desa merumuskan program kerja dengan merujuk pada tujuan S’DGS (Sustainable Development Goals) atau pembangunan berkelanjutan.
“Pesan saya, selamat kepada calon kepala desa yang akan berkompetisi dan jangan lupa programnya merujuk pada S’DGS untuk mendukung tujuan pembangunan di tingkat pusat, saya yakin jika ini dilakukan mereka pasti akan terpilih,” ujarnya. (syakh/metro/Ant)