SYAKHRUDDIN.COM – Suasana malam kedua, pelaksanaan takziyah di rumah kediaman, almarhum H.Koke Bin Baja Dg Lala, dihadiri warga Lorong I dan sekitarnya, termasuk Pimpinan PT. Darussalam Drs H. Guntur Mas’ud dan Ketua ORT 002 ORW 07, berlangsung dalam suasana khidmat, Jumat malam 20/8/21.
Pelaksanaan acara diawali dengan pembukaan acara oleh MC, dilanjutkan pembacaan kalam ilahi oleh Ananda Nur Salam.
Ustaz Ismail Syam, S.Pd.I dari Kompleks Perumahan Taeng Gowa, mengaku berdarah Jeneponto mengatakan, mengawali setiap kegiatan, hendaklah membaca “Basmalah” karena “Basmalah” itu adalah doa, tuturnya dengan serius.
Secara berseloroh mengatakan, “Penceramah menyiapkan dua HP, mereknya Oppo dan Samsung.
Akan diberikan kepada jamaah takziyah, yang bisa menjawab pertanyaan.
Apa pertanyaannya Ustaz ??? jawab pendengar !!!
Pertanyaaan, berapa jumlah air hujan yang jatuh di Jalan Andi Tonro ??? Peserta takziyah menjawab….. auuuuu….uuuu.
Selanjutnya dalam uraian berikutnya, Ustaz Ismail yang merupakan jebolan UIN Alauddin, mengulas tentang antrian giliran kematian.
Apakah para jamaah berani atau takut mati ???
Ada yang menjawab berani
Ada pula yang menjawab takut – sebagian lainnya abstain (tidak menjawab).
Menurut Ismail, tidak perlu berani atau takut mati !!!
Yang perlu dikhawatirkan, apa setelah kematian kita. Maksud saya, “Apa bekal, setelah kematian kita ???
Lebih lanjut dalam uraiannya !!! Warisan terindah dalam hidup adalah “Akhlak” Karenanya pelihara kehidupan, karena kita sedang menuju kematian. Kematian tidak pernah permisi kapan datangnya.
Sambil menyetir pandangan Imam Basri mengatakan ;
Pada hakekatnya usiamu setiap hari berkurang. Ingatlah pemutusan kelezatan dunia ???
Apa itu, kematian jawabnya, tutur Ismail sambil melap keringatnya, karena sound sistim yang digunakan mati sementara (pakai timer)
Dijelaskan bahwa kenikmatan setelah kematian adalah amal saleh dan sedeqah.
Karena itu, kami berpesan untuk pemuda dan kita yang hadir disini !!! jangan lupa hadirkan kejujuran.
Sholat pada waktunya dan bagi anak gadis, tutup aurat di saat akan meninggal rumah.
Ustaz Ismail yang mengaku berusia 43 tahun, mengajak para jemaah untuk mengetahui dahsyatnya sakatul maut, maka lihatlah di saat orang akan meninggal dunia, termasuk orang tua kita H.Koke saat akan berpisah roh dengan raganya.
Seraya melantunkan lagu-lagu dakwah dari H. Roma Irama, Ustaz Ismail menguraikan secara rinci tentang dahsyatnya sakaratul maut.
Suasana alam kubur dan sempitnya liang lahat yang hanya berukuran 1 x 2 meter.
Setiap insan yang meninggal dunia, bagi laki-laki akan mendapatkan kain kapan 3 meter sementara perempuan 5 meter. Itulah bekal yang kita bawa, selain amal perbuatan dan sedekah serta ilmu yang dimanfaatkan.
Diakhir tauzihnya, senantiasa perpesan kepada jamaah takziyah, untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka
“ Ku ampusakum wa ahlikum nara ” jagalah diri dan keluargamu, dari panasnya api neraka, tuturnya sang ustaz, seraya mengajak untuk mendoakan almarhum H. Koke sekaligus menutup acara takziyah malam kedua.
Berikut dokumentasi kegiatan :






