SAKHRUDDINNEWS.COM – Pembaca setia, alhamdulillah kita kembali dipertemukan pada hari ke-15 Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Di saat kita masih dapat menunaikan puasa dan tarawih, di belahan bumi lain ada yang tertahan sakit, perang, atau bencana. Di situlah syukur menemukan maknanya.
Ramadan kini memasuki pertengahan. Semangat yang dahulu menyala di malam pertama mulai diuji oleh rutinitas. Saf masjid tak lagi serapat awal, tilawah mungkin tak seintens pekan lalu.
Namun justru di titik inilah kejujuran iman diuji. Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tetapi melatih istiqamah. Bila ibadah mulai berkurang, perbaiki. Bila kepedulian mulai redup, hidupkan kembali. Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai.
Mengantar naskah hari ini, Penulis persembahkan sebuah Pantun Pembuka :
Pagi cerah di ufuk timur, Angin berbisik membawa pesa Ramadan tiba di separuh umur, Mari teguhkan iman dan harapan.
Dunia internasional diguncang kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan Israel–Amerika Serikat pada 28 Februari 2026.
Ia akan dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya. Kepergian tokoh yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade itu memicu gelombang respons keras dari Teheran. Serangan balasan diluncurkan ke sejumlah target Israel dan pangkalan militer AS di kawasan.
Perang di Timur Tengah memang jauh dari Indonesia, tetapi getarnya terasa hingga ke Nusantara. Ketegangan di Gaza, konflik Israel–Iran, serta potensi gangguan di Selat Hormuz dapat mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Indonesia yang masih mengimpor energi berisiko terdampak: harga BBM tertekan, biaya distribusi naik, inflasi mengintai, dan nilai tukar rupiah rawan bergejolak. Dunia kini terlalu terhubung untuk merasa benar-benar jauh.
Di tengah eskalasi, pemerintah Iran menolak tawaran gencatan senjata dari Amerika Serikat dan sekutunya. Teheran menilai penghentian sementara tidak menjamin berakhirnya agresi.
Sikap resmi mereka tegas: prioritas adalah pertahanan, bukan perundingan di tengah tekanan militer yang masih berlangsung.
Di dalam negeri, isu yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan selepas Idul Fitri dipastikan tidak benar. Badan Gizi Nasional menegaskan program tetap berjalan dan bahkan diperluas.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan tidak pernah ada arahan penghentian dari Presiden Prabowo Subianto. Klarifikasi ini penting agar publik tidak terombang-ambing kabar yang tak bersumber jelas.
Langit 3 Maret 2026 menghadirkan Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan Ramadan. Fenomena ini sempat dikaitkan dengan berbagai tafsir, bahkan isu kemunculan Imam Mahdi.
Namun dalam ajaran Islam, gerhana adalah ayat kauniyah, tanda kebesaran Allah, yang mengajak pada salat dan zikir, bukan spekulasi.
Tanggal 3 Maret juga mencatat sejarah: pada 3 Maret 1924, institusi kekhalifahan resmi dihapus di Turki, menandai berakhirnya era panjang Kesultanan Utsmaniyah.
Sejak itu, dunia Islam terpecah menjadi negara-bangsa dengan jalannya masing-masing. Sejarah mengajarkan, kejayaan dan keruntuhan datang silih berganti. Ramadan mengingatkan: setelah gelap, selalu ada cahaya, asal iman, ilmu, dan persatuan dijaga.
Di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan silaturahmi dengan para mantan presiden dan tokoh bangsa. Hadir di antaranya Presiden ke-7 Joko Widodo dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.
Pertemuan ini disebut sebagai forum dialog dan pertukaran gagasan demi memperkuat komunikasi kebangsaan. Di tengah dinamika global, kebersamaan elite nasional menjadi pesan tersendiri tentang pentingnya soliditas.
Di sudut lain negeri, sebuah tembakan peringatan berujung maut. Bertrand tersungkur di jalan dan meninggal dunia.
Peristiwa ini memantik sorotan terhadap prosedur penggunaan senjata api oleh aparat. Penyelidikan dijanjikan, transparansi dituntut. Tembakan yang diniatkan sebagai peringatan berubah menjadi akhir sebuah kehidupan.
Sementara itu di Makassar, seorang pria bernama Setiawan alias Wawan (22) diduga membobol rumah warga di Jalan Sumba, Kecamatan Wajo, saat pemiliknya menghadiri perayaan Cap Go Meh.
Uang Rp50 juta dalam amplop angpao dilaporkan raib. Kasus ini tengah diselidiki Polres Pelabuhan Makassar. Ramadan mengajarkan menahan diri, namun sebagian masih tergoda melukai hak orang lain.
Ramadan adalah cermin. Ia memantulkan wajah dunia, perang dan damai, kabar duka dan harapan, dosa dan tobat. Di pertengahannya, mari kita memilih menjadi bagian dari cahaya.
Pantun Penutup Bunga melati harum mewangi, Tumbuh mekar di tepi taman. Jika dunia terus diuji, Semoga iman tetap bertahan, Wallahu a’lam bish-shawab.